Belajar Mengenal Riba dan Kaidah-kaidahnya

Sudahkah Anda mengenal apa itu Riba dan jenis-jenisnya? Jika Anda adalah pembaca setia dari blog rumah syariah berkah ini, insyaAllah sudah sedikit banyak sudah memahaminya.

Karena memang pembahasan mengenai Riba pernah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya. Seperti artikel Pengertian Riba dalam Islam Beserta Jenis-jenisnya ataupun Ilusi Riba… Dan Kita Menikmatinya.

Pada kesempatan kali ini mari kita belajar lebih jauh mengenai Riba serta kaidah-kaidahnya. Seperti yang pernah dibahas di channel Riba Crisis Centre berikut ini.

Riba dan Kaidah-kaidahnya

1. Kaidah 1

Semua hutang yang menghasilkan manfaat (apapun bentuknya), statusnya adalah riba.

Contoh :

Memanfaatkan barang gadai!

Ada teman kita yang menggadaikan sawahnya kepada kita karena butuh uang. Lalu kita manfaatkan sawahnya untuk ditanami. Maka ini termasuk dosa besar. Karena umumnya, kalau mau cocok tanam, harus membayar sewa terlebih dahulu.

INGAT, dengan gadai tidak merubah status hak milik atas barang yang digadaikan.

Contoh lain :

Mendapat hadiah, akibat dari transaksi hutang piutang yang kita lakukan. Dalam hal ini ada dua keadaan :

  1. Sebagai hadiah
  2. Sebagai bagian dari pelunasan hutang

Contohnya :

Kita menghutangi tukang angkot, akibat bantuan yang kita berikan itu tiap kita kemana-mana memakai jasa angkot tersebut kita digratiskan. Maka jalan yang lebih selamat adalah kita menolaknya.

Karena ini mirip manfaat yang didapat akibat kita menghutangi tukang angkot.

Contoh lainnya :

Bank memberi hadiah kita dalam bentuk payung, tas, kaos, sebagai bentuk apresiasi karena kita memiliki deposito yang cukup besar di bank tersebut.

Bagaimana? Apakah kita terima? Atau bahkan misalnya dapat hadiah mobil?

Yap, betul sekali! Tolak hadiah-hadiah tersebut.

Perhatikanlah hal penting berikut ini:

Transaksi di bank meliputi 3 aspek berikut ini:

  1. Investasi
    • Artinya : Uang boleh dipakai, tetapi uang tidak boleh dijamin
    • Maksudnya : Jika bisnis untung, maka bagi hasil. Namun jika bisnis rugi harus dipikul bersama.
    • Tidak boleh meminta modalnya tetap dijamin harus kembali. Tetapi oleh aturan/regulasi keuangan, modal investasi kita di bank, dijamin untuk tetap kembali. Bahkan pemerintah ikut menjamin hal tersebut.
  2. Wadiah
    • Artinya: Uang akan dijaga, tapi uang tidak boleh dipakai. Menurut Anda. uang yang sedemikian banyak tersimpan di bank tersebut, apakah akan didiamkan saja?
    • Kemungkinan besar akan dipakai, jadi ini bukan murni wadiah
  3. Hutang Piutang
    • Artinya: harus dijamin dan boleh dipakai
    • MIsalkan kita pinjam 5 juta, lalu dalam perjalanan pulang, uang tersebut hilang. Maka wajib bagi kita untuk mengembalikan secara utuh.

Baca Juga : Masih Mau Berhutang Riba? Simak 7 Dalil Berikut Ini Sebelum Mengambilnya

2. Kaidah 2

Tambahan dari transaksi hutang, sebagai ganti karena adanya penundaan waktu pembayaran, adalah Riba.

Contoh:

Kita kredit rumah selama 5 tahun sebesar 400 juta. Namun, karena kita tidak bisa melunasinya selama waktu 5 tahun developer mengubah transaksinya.

Waktu diberi kelonggaran hingga 10 tahun, namun harga bertambah menjadi 600 juta. Sebagai kompensasi atas penundaan pembayaran yang kita lakukan.

Ingat saudaraku… Ini TIDAK BOLEH !

3. Kaidah 3

Riba itu tetap tidak boleh. Baik sedikit maupun banyak.

Pendapat di masyarakat kita, Riba yang tidak boleh adalah yang bunganya banyak. Namun jika bunganya sedikit, maka boleh.

Contoh :

KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang merupakan program bantuan permodalan dari pemerintah yang bunganya kecil. Hanya 9% per tahun.

Inipun tetap Riba yang tidak boleh kita manfaatkan.

Ingat…. Ada salah satu tabi’in (generasi sahabat Nabi) yang berpesan, “1 dirham (yang kita tahu bahwa itu riba), maka dosanya lebih besar, jika dibandingkan dengan 36 kali berzina.”

Perlu diketahui bahwa beliau mengatakan 1 dirham. Karena itu merupakan satuan terkecil dari mata uang.

4. Kaidah 4

Riba hukumnya tetap haram, baik dilakukan di negeri non Islam, maupun di negeri Islam. Jadilah muslim yang punya prinsip. Bahwa dimanapun kita berada tetap harus taat terhadap aturan Allah SWT.

5. Kaidah 5

Tidak diperkenankan ada kenaikan harga, pada transaksi hutang piutang.

Contoh:

Kita di tahun 2000 menghutangi teman kita 50 juta. Hingga di tahun 2017 ini, nilai uang tersebut menyusut jauh dikarenakan adanya inflasi. Namun, inflasi ini, tidak bisa menjadi alasan bagi kita untuk menambahkan nilai hutang.

Jika kita mau meminjamkan teman dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang lama, maka solusinya adalah hutangi dalam bentuk emas, bayarnya juga dalam bentuk emas.

Baca Juga : Kapan Seharusnya Meninggalkan Riba?

6. Kaidah 6

Riba berlaku untuk semua jenis mata uang.

Ada yang berpendapat Riba hanya berlaku untuk uang kartal, tetapi tidak berlaku pada dinar dan dirham. Hal ini tidaklah benar.

7. Kaidah 7

Saling ridho tidak diperhitungkan dalam Riba.

Riba tetaplah Riba, meski saling rela/ikhlas dan ridho.

Contoh:

Koperasi-koperasi RT yang ada simpan pinjam berbunganya. Meski hanya dengan memberi tambahan seikhlasnya, itu tetaplah Riba.

8. Kaidah 8

Tidak boleh mengajukan syarat tambahan, yang menguntungkan pihak pemberi hutang.

Contoh:

“Saya mau menghutangi kamu, dengan syarat motormu saya pakai !!”

Contoh lainnya:

Kita menghutangi nelayan, tetapi dengan syarat. Hasil ikan tangkapan nelayan, harus dijual ke kita.

Ingat saudaraku…

Hal ini tidaklah boleh. Karena Nabi melarang menggabungkan transaksi hutang & jual-beli.

Say No to Riba !!!

Riba Crisis Centre

 

 

 

 

NOTE:
Mau update tips seputar rumah syariah dan juga inspirasi & motivasi Islami yang mencerahkan langsung melalui smartphone Anda? Invite PIN BBM: 5F4BA988. Dapatkan inspirasi yang menarik langsung melalui smartphone Anda setiap minggunya.

Artikel Terkait

Ini Cara Kapitalisme Menguasai Dunia
views 1.4k
Kapitalisme adalah sistem ekonomi dimana perdagangan, industri, dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntung...
Mengapa Perumahan Syariah Tidak Memakai Asuransi?
views 448
Salah satu hal yang sering menjadi hambatan atau keberatan masyarakat dalam membeli rumah secara syariah, yang tanpa riba, adalah tidak adanya asurans...
Kapan Seharusnya Meninggalkan Riba?
views 299
Kapan seharusnya meninggalkan riba - Kalau sekarang Anda terlilit riba, sebenarnya bukan hal yang aneh. Karena justru yang aneh itu kalau Anda tidak t...
Pengertian Riba Dalam Islam Beserta Jenis-Jenisnya
views 370
Masih banyak orang yang masih awam dan belum paham mengenai riba. Memang memahami riba ini begitu penting. Karena seperti kita ketahui bersama, bahwa ...
Ini Perbedaan Transaksi Riba dan Syariah Yang Perl...
views 1.7k
Banyak orang yang belum paham dan bertanya-tanya mengenai transaksi yang mengandung riba dan transaksi yang syariah. Pertama-tama yang perlu kita keta...
Masih Mau Berhutang Riba? Simak 7 Dalil Berikut Ya...
views 710
Apakah Anda masih tertarik mengambil hutang riba lagi? Mau tambah rumah, mobil, dan kendaraan lain dengan hutang riba? Atau Anda kenal dengan orang ya...

Comments

comments

Nasuha Alhuda

Selain aktif di bisnis properti, aktif juga di bisnis fashion. Juga menjadi blogger di eksisbisnis.com. Sukses dunia akhirat bukan pilihan, melainkan tujuan yang harus diperjuangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *