Daftar Istilah Dalam Dunia Properti Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Membeli Rumah

Ketika Anda sudah memutuskan untuk membeli rumah, apalagi untuk yang pertama kalinya, mau tidak mau Anda akan berhadapan dengan istilah-istilah yang mungkin asing bagi Anda.

Ya, istilah-istilah di dunia ini sangat mungkin jarang Anda hadapi di dalam kehidupan sehari-hari. Ya wajar adanya seperti itu. Anda ga perlu beli rumah setiap hari kan? 🙂

Dibawah ini merupakan istilah-istilah di dalam dunia properti yang wajib Anda ketahui ketika akan membeli rumah. Istilah-istilah ini juga bermanfaat bagi Anda yang sedang berburu rumah. Setidaknya Anda jadi ada bahan pertanyaan untuk diajukan pada marketing perumahan tersebut. 🙂

1. AGEN PROPERTI.

Bekerja di bawah Broker properti, tugasnya mencari listing dan menjual properti.

2. AJB.

Akta Jual Beli. Akta yang menyatakan telah terjadi peralihan hak kepemilkan atas sebuah aset dan sah secara hukum, karena nama di sertifikat telah diganti dengan nama pembeli.

3. AGUNAN (collateral).

Jaminan yang diserahkan nasabah (debitur) kepada bank agar mendapatkan kredit atau pembiayaan.

 

4. BACKLOG.

Kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat.

5. BBN.

Bea Balik Nama. Biaya yang keluar atas perubahan nama dari penjual ke pembeli. Biasanya diserahkan pada notaris yanh disepakati.

6. BPHTB.

Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan. Pajak yang dibebankan kepada pembeli properti. Nilainya sebesar 5% dari harga jual properti tersebut.

7. BPN.

Badan Pertanahan Nasional.

8. BOOMING PROPERTI.

Kondisi ketika terjadi peningkatan tinggi aktivitas investasi properti.

9. BROKER.

Mempunyai Agensi property sendiri dan mempekerjakan para Agen property.

10. BUYER / Investor.

Pembeli property, bisa dipakai sendiri atau untuk investasi ( investor ).

11. CAPITAL GAIN.

Keuntungan dari hasil penjualan properti, dibandingkan dengan harga saat membeli.

12. CLUSTER.

Pengelompokan beberapa rumah di dalam sebuah kompleks perumahan, biasanya dengan karakter arsitektur tertentu yang dibuat eksklusif, dengan sistem one gate.

13. EARLYBIRD.

Membeli properti saat baru dipasarkan pengembang. Biasanya pengembang menawarkan harga khusus dengan sejumlah kemudahan dan diskon.

14. ESCROW.

Badan penengah yang netral antara penjual dan pembeli. Biasanya untuk menitipkan uang jaminan / deposit, tanda tangan PPJB & sampai serah terima AJB. Di Indonesia tugas Escrow dilimpahkan kepada Notaris.

15. GSB.

Garis Sempadan Bangunan, adalah garis batas yang tidak boleh dilampaui dalam membangun bangunan ke arah GSJ (jarak minimal antara bangunan dengan jalan).

16. GSJ.

Garis Sempadan Jalan, atau garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencana kota.

17. GIRIK / letter C.
Surat keterangan kepemilikan tanah/ bangunan dari camat atau lurah.

18. GROUNBREAKING.

Penggalian pondasi bangunan, sebagai tahap dimulainya sebuah proyek properti.

19. HGB.

Hak Guna Bangunan.

20. HGU.
Hak Guna Usaha.

21. HPL.

Hak Pengelolaan Lahan.

22. IMB.

Izin Mendirikan Bangunan. Diberikan kepada perorangan atau badan hukum untuk dapat melaksanakan kegiatan pembangunan properti.

23. IPB.

Izin Penggunaaan Bangunan. Izin yang diberikan kepada perorangan atau badan hukum setelah properti selesai dibangun sesuai IMB dan telah memenuhi syarat fungsi perlengkapan bangunan.

24. INDENT.

Pembelian dengan pemesanan terlebih dahulu. Umum terjadi di Primary market. Anda membayar deposit ( 20-30% dari harga jual – tergantung developer ) dan developer akan start build dalam jangka waktu yang ditentukan.

25. KOPEL.

Deretan dua atau lebih rumah dimana dinding pembatasnya menyatu/berhimpitan. Biasa dipakai di perumahan menengah ke bawah.

26. KPR.

Kredit Kepemilikan Rumah. Alternatif pembelian rumah selain cash bertahap atau cash.

27. KPA.

Kredit Pemilikan Apartemen. Alternatif pembelian apartemen selain cash bertahap atau cash

28. KDB.

Koefisien Dasar Bangunan adalah perbandingan jumlah luas lantai dasar terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota.

29. KLB.

Koefisien Lantai Bangunan adalah perbandingan jumlah luas seluruh lantai terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota.

30. MASTERPLAN.

Area pengembangan skala Besar ( Major area development ) oleh satu atau beberapa developer, biasanya untuk pengembangan kota satelit ( contoh : Bintaro, BSD etc ).

31. MIXED -USED DEVELOPMENT.

Proyek properti dimana di dalamnya terdapat beberapa fungsi, seperti hunian, komersial, dan perkantoran.

32. NJOP.

Nilai Jual Objek Pajak.

 

33. NOTARIS / PPAT ( Pejabat Pembuat Akte Tanah ).

Pejabat yang berwenang sebagai penengah dan pembuat akta tanah ( untuk diajukan ke BPN ).

34. READY STOCK.

Properti dijual dalam keadaan telah terbangun.

35. SERAH TERIMA.

Waktu yang ditentukan Developer untuk memberikan kunci dan sertifikat kepada buyer.

36. SITE PLAN (rencana tapak).

Gambaran/peta rencana detail sebuah kavling tanah atau bangunan, dengan semua unsur penunjangnya, seperti jalan, air bersih, listrik, pembuangan limbah, fasilitas umum, dan fasilitas sosial.

37. SUNRISE PROPERTY.

Properti baru yang berkembang dan stabil kenaikan nilainya. Jika mengacu lokasi, maka sunrise property terletak di kawasan baru dan berkembang, kawasan baru dan stabil, dan kawasan modern yang baru direhabilitasi.

38. SUNSET PROPERTY.

Properti yang berusia tua dengan kualitas menurun dan jelek. Properti dengan ciri-ciri seperti ini kurang baik secara ekonomi.

39. SUPERBLOK.

Kawasan yang digunakan untuk mengintegralkan berbagai fungsi dalam kawasan tersebut, antara lain fasilitas perkantoran, perdagangan, pemukiman, rekreasi, dan lain-lain. Dengan berbagai fungsi dan aktivitas tersebut, kawasan superblok disebut sebagai kota mandiri (self contained city). Bila dilihat dari letaknya yang ada di dalam kota, superblok disebut juga kota di dalam kota (city within city).

40. STRATA TITLE.

Hak kepemilikan bersama atas sebuah kompleks bangunan yang terdiri dari hak ekslusif atas ruang pribadi serta hak bersama atas ruang publik. Artinya, di ruang pribadi (unit apartemen), si pemilik tidak terikat peraturan. Sementara di ruang ruang publik, dia terikat peraturan, karena ruang publik semua penghuni.Biasanya hak seperti ini dimiliki oleh pemilik apartemen.

41. TENOR.

Jangka waktu cicilan kredit, misalnya lima tahun, sepuluh tahun, dan seterusnya.

Nah, demikianlah istilah-istilah di dalam dunia property yang mungkin bisa bermanfaat bagi Anda. Menambah pengetahuan Anda tentang dunia property dan menjadikan Anda pembeli yang cerdas.

Jangan lupa di share ya jika bermanfaat. 🙂

NOTE:
Mau update tips seputar rumah syariah dan juga inspirasi & motivasi Islami yang mencerahkan langsung melalui smartphone Anda? Invite PIN BBM: 5F4BA988. Dapatkan inspirasi yang menarik langsung melalui smartphone Anda setiap minggunya.

Comments

comments

Nasuha Alhuda

Selain aktif di bisnis properti, aktif juga di bisnis fashion. Juga menjadi blogger di eksisbisnis.com. Sukses dunia akhirat bukan pilihan, melainkan tujuan yang harus diperjuangkan.

3 thoughts to “Daftar Istilah Dalam Dunia Properti Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Membeli Rumah”

  1. Di sekitar rumah saya banyak dibangun komplek perumahan-perumahan baru dengan menawarkan hal-hal menarik, yang jadi pertanyaan, apakah yang harus menjadi pertimbangan utama ketika akan beli rumah ya?
    terima kasih
    salam kenal

    1. Pertimbangan utama dalam membeli rumah banyak mas Wadiyo. Mulai dari lokasi (strategis/tdk & jarak ke tempat aktivitas utama), budget (harga, dp, dan cicilan), type rumah, ataupun profil pengembang..

      Tapi yang paling penting adalah… sistemnya sudah syariah belum? Yang tanpa riba, tanpa bank, tanpa denda, tanpa sita, dan tanpa akad bermasalah.. 🙂

  2. Assalamu’alaikum…
    Misal saya membeli rumah syariah senilai 300 jt. sebagai tanda jadi atau booking saya harus membayar 2 juta dan 2 juta ini dimasukkan DP. DP senilai 100 juta saya harus melunasinya dalam waktu 30 hari. apabila saya tidak mampu untuk melunasinya uang DP itu hangus..

    Apakah itu termasuk riba?

    Wassalamu’alaikum…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *